romanitraveljakarta. Rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) telah selesai dilaksanakan dengan aman, tertib, dan terkendali. Memasuki fase akhir operasional haji, Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara resmi memulai proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama kembali ke Tanah Air per hari ini, Senin, 1 Juni 2026.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga membawa kabar baik dengan mengumumkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan bebas dari wabah penyakit serta ancaman kesehatan masyarakat yang berarti.
Alur Kepulangan dan Aturan Barang Bawaan
Pada hari pertama operasional kepulangan ini, sebanyak 6.798 jemaah dijadwalkan meninggalkan kota suci Makkah secara bertahap menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Kloter pertama yang terbang kembali ke Indonesia adalah Embarkasi Batam (BTH) 01.
Pemerintah dengan tegas mengingatkan para jemaah terkait aturan ketat penerbangan demi keselamatan bersama:
-
Dilarang Membawa Air Zamzam di Koper: Jemaah dilarang keras memasukkan air Zamzam ke dalam koper besar maupun koper kabin. Jemaah tidak perlu khawatir karena setiap orang sudah dijamin mendapatkan hak 5 liter air Zamzam yang akan dibagikan langsung setibanya di embarkasi Tanah Air.
-
Larangan Benda Tajam: Benda-benda seperti pisau, gunting, dan peniti berukuran besar harus disimpan di bagasi tercatat, bukan di tas kabin.
-
Kesiapan Dokumen: Jemaah diminta memastikan paspor, kartu identitas, dan dokumen perjalanan penting lainnya mudah dijangkau selama proses pemeriksaan imigrasi bandara.
Suasana Haru Mewarnai Pelepasan Jemaah
Di tengah kebahagiaan akan segera berkumpul kembali dengan keluarga, suasana haru dan tangis sedih menyelimuti hotel-hotel jemaah saat bus pemulangan mulai datang. Banyak jemaah yang mengaku berat hati harus meninggalkan kota suci Makkah setelah lebih dari satu bulan fokus beribadah di Masjidil Haram.
“Saya sangat sedih, seakan tidak mau meninggalkan Makkah. Selama di sini, dua hari sekali kami rutin ke Masjidil Haram menggunakan bus shalawat,” ujar Eva Yenida, salah satu jemaah haji asal Indonesia.
Rencana Pergerakan Gelombang Kedua
Sementara jemaah gelombang pertama mulai terbang ke Indonesia mulai 1 hingga 15 Juni 2026, jemaah haji yang masuk dalam gelombang kedua saat ini masih berada di Makkah.
Berdasarkan jadwal resmi, mereka akan mulai diberangkatkan menuju Kota Madinah pada 7 Juni 2026. Jemaah gelombang kedua ini akan menetap selama kurang lebih 9 hari di Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi, berziarah ke Makam Rasulullah SAW, serta mengunjungi Raudhah, sebelum akhirnya dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air pada periode 16 hingga 30 Juni 2026.
Pihak PPIH terus mengimbau seluruh jemaah—baik yang sedang menunggu kepulangan maupun yang akan bergeser ke Madinah—untuk tetap menjaga asupan cairan, beristirahat dengan cukup, serta selalu menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan mengingat cuaca panas yang masih melanda wilayah Arab Saudi.